Kamis, 31 Mei 2018

Visi dan Misi Hidup Kita


Visi: menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat.

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْأَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Dan di antara mereka ada yang berdoa, Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201)

Misi:
1. Ibadah; menjadikan setiap yang kita lakukan sebagai sarana mengabdi kepada Allah.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

2. ‎Khalifah; menjadikan setiap yang kita lakukan sebagai sarana berkontribusi/bermanfaat untuk umat.

وَهُوَ الَّذِى جَعَلَكُمْ خَلٰٓئِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتٰىكُمْ  ۗ  إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌۢ
"Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di Bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman, dan sungguh Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 165)

3. ‎Dakwah; menjadikan setiap yang kita lakukan sebagai sarana untuk memperkenalkan dan mengajak sebanyak-banyaknya manusia kepada kebenaran.

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ  ۚ  وَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 104)._

Senin, 14 Mei 2018

Pesimis Haram bagi Orang Islam


Takut disebabkan oleh situasi, khawatir disebabkan oleh kondisi. Pesimis adalah kegagalan mengatasi situasi & kondisi tersebut.

Dalil 1: Setiap orang baik dan melakukan kebaikan (ikhtiar), harus optimis pasti Allah akan balas dengan kebaikan pula.

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ  ۖ
"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. "
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 7)

Dalil 2: Setiap orang yang berikhtiar untuk tujuan duniawi ataupun ukhrowi, pasti Allah akan berikan jalannya. #optimis

كُلًّا نُّمِدُّ هٰٓؤُلَآءِ وَهٰٓؤُلَآءِ مِنْ عَطَآءِ رَبِّكَ  ۚ  وَمَا كَانَ عَطَآءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا
"Kepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (golongan) itu (yang menginginkan akhirat), Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 20)

Dalil 3: Orang yang tidak melihat hasil dari ikhtiarnya di dunia ini, pasti akan Allah berikan hasilnya di akhirat. #optimis

لِّلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنٰى وَزِيَادَةٌ  ۖ  وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ  ۚ  أُولٰٓئِكَ أَصْحٰبُ الْجَنَّةِ  ۖ  هُمْ فِيهَا خٰلِدُونَ
"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya."
(QS. Yunus 10: Ayat 26)

Dalil 4: orang sebejat dan sejahat apapun tidak boleh pesimis bahwa dia juga bisa merubah dirinya menjadi lebih baik dan mendapatkan kebaikan dari Allah.

قُلْ يٰعِبَادِىَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلٰىٓ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَّحْمَةِ اللَّهِ  ۚ  إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا  ۚ  إِنَّهُۥ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
"Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 53)

Dalil 5: jelas sekali bahwa pesimis atau putus asa itu dilarang, tidak boleh bagi orang Islam.

ُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَا۠يْئَسُوا مِنْ رَّوْحِ اللَّهِ  ۖ  إِنَّهُۥ لَا يَا۠يْئَسُ مِنْ رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكٰفِرُونَ
"Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir."
(QS. Yusuf 12: Ayat 87)

قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَّحْمَةِ رَبِّهِۦٓ إِلَّا الضَّآلُّونَ
"Dia (Ibrahim) berkata, Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat."
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 56)

Dalil 6: meskipun orang-orang di sekitar kita menggiring kita ke arah pesimis, kita sebagai orang yang beriman harus tetap optimis. Sebagaimana nabi Musa yang sangat optimis.

فَلَمَّا تَرٰٓءَا الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحٰبُ مُوسٰىٓ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ
"Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, Kita benar-benar akan tersusul."
(QS. Asy-Syu'ara' 26: Ayat 61)

قَالَ كَلَّآ  ۖ  إِنَّ مَعِىَ رَبِّى سَيَهْدِينِ
"Dia (Musa) menjawab, Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku."
(QS. Asy-Syu'ara' 26: Ayat 62)

Dalil 7: nabi Zakaria yang secara manusiawi juga sudah sangat tua dan tidak mungkin untuk punya anak, tapi beliau tetap optimis bahwa Allah akan memberikan anak kepadanya. Beliau tidak pernah pesimis meskipun kemungkinan itu sangat kecil bahkan orang lain menganggap tidak ada peluang sama sekali untuk bisa punya anak.

قَالَ رَبِّ إِنِّى وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّى وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنۢ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّا
"Dia (Zakaria) berkata, Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku."
(QS. Maryam 19: Ayat 4)

وَإِنِّى خِفْتُ الْمَوٰلِىَ مِنْ وَرَآءِى وَكَانَتِ امْرَأَتِى عَاقِرًا فَهَبْ لِى مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا
"Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu,"
(QS. Maryam 19: Ayat 5)_

Senin, 26 Februari 2018

Tiga Alasan Mengapa Kita Harus Percaya Adanya Akhirat

Oleh: Deni bin Mu'min

Mengapa Kita Harus Percaya Adanya Akhirat?

1. Karena banyak orang di dunia ini yang melakukan kejahatan/kebohongan tidak ketahuan, melakukan pencurian tidak ketahuan, melakukan kezholiman tapi bebas dari hukuman.

Maka di akhirat nantilah saatnya akan ketahuan siapa yang berbohong itu, akan terungkap kejahatan itu, akan diketahui siapa pencuri itu, akan dibalas kezholiman orang-orang itu.

2. Karena di dunia ini banyak sekali agama dan kepercayaan, ada yang menganggap semua  agama benar, bahkan ada yang tidak percaya agama sama sekali. Banyak sekali perselisihan di muka bumi ini karena perbedaan agama dan kepercayaan.

Maka di akhirat nanti setelah manusia mati, lalu dibangkitkan semuanya, akan dijelaskan dan terjawab siapa yang benar agama/kepercayaannya dan siapa yang salah agama/kepercayaannya. Perselisihan kita selama di dunia ini akan diadili dan akan dibuktikan agama/kepercayaan apa yang isi kitabnya ternyata paling benar.

3. Dan alasan terakhir, karena setiap keinginan dan cita-cita kita di dunia ini tidak dapat 100% terpenuhi. Ada yang sakit ingin sehat tapi sulit sekali sembuh sampai ia menemui ajalnya; ada yang miskin ingin punya rumah yang bagus dan luas tapi tidak bisa diraih sampai dia wafat; ada yang ingin punya jodoh tapi sulit sekali dia dapatkan sampai wafat ia masih belum juga menikah; ada juga yang bercita-cita ingin jadi presiden tapi tidak pernah terwujud sampai dia meninggal dunia, dsb..dsb.

Maka di akhirat nanti orang-orang yang masuk surga akan mendapatkan semua yang diinginkan dan dicita-citakan, apapun segala hal yang belum terwujud sewaktu dia di dunia akan diwujudkan di akhirat (surga). Ingin badannya sehat 100%, terwujud. Ingin kaya, terwujud. Ingin istana, terwujud. Ingin punya pasangan, terwujud. Ingin jadi raja, terwujud. Dsb..dsb.

Jadi, kesimpulannya.. amat sangat bodoh dan tersesat sangat jauh orang yang tidak mempercayai adanya kehidupan akhirat setelah sudah jelas dan sangat logis ketiga alasan tersebut kami paparkan.

====
Dalil-dalil:

Tentang alasan nomor 1, Allah SWT berfirman:

قَالَ اذْهَبْ فَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَآؤُكُمْ جَزَآءً مَّوْفُورًا
"Dia (Allah) berfirman (kepada Iblis), Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, Neraka Jahanamlah balasanmu semua, sebagai pembalasan yang cukup."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 63)

وَمَنْ جَآءَ بِالسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوهُهُمْ فِى النَّارِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
"Dan barang siapa membawa kejahatan, maka disungkurkanlah wajah mereka ke dalam neraka. Kamu tidak diberi balasan, melainkan (setimpal) dengan apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 90)

Tentang alasan nomor 2, Allah SWT berfirman:

اللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
"Allah akan mengadili di antara kamu pada hari Kiamat tentang apa yang dahulu kamu memperselisihkannya."
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 69)

وَقَالَتِ الْيَهُودُ لَيْسَتِ النَّصٰرٰى عَلٰى شَىْءٍ وَقَالَتِ النَّصٰرٰى لَيْسَتِ الْيَهُودُ عَلٰى شَىْءٍ وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتٰبَ  ۗ  كَذٰلِكَ قَالَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ مِثْلَ قَوْلِهِمْ  ۚ  فَاللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ
"Dan orang Yahudi berkata, Orang Nasrani itu tidak memiliki sesuatu (pegangan), dan orang-orang Nasrani (juga) berkata, Orang-orang Yahudi tidak memiliki sesuatu (pegangan), padahal mereka membaca kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak berilmu, berkata seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili mereka pada hari Kiamat, tentang apa yang mereka perselisihkan."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 113)

Tentang alasan nomer 3, Allah SWT berfirman:

أَمْ لِلْإِنْسٰنِ مَا تَمَنّٰى
فَلِلَّهِ الْأَاخِرَةُ وَالْأُولٰى
"Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya (di dunia)?
(Tidak), maka milik Allahlah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia."
(QS. An-Najm 53: Ayat 24-25)

نَحْنُ أَوْلِيَآؤُكُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْأَاخِرَةِ  ۖ  وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِىٓ أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ
"Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta."
(QS. Fussilat 41: Ayat 31).

Tentang kesimpulannya, Allah SWT berfirman:

... ۗ  أَلَآ إِنَّ الَّذِينَ يُمَارُونَ فِى السَّاعَةِ لَفِى ضَلٰلٍۢ بَعِيدٍ
"... Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya Kiamat (dan hari akhirat) itu benar-benar telah tersesat jauh (dari jalan yang benar)."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 18)._

Minggu, 31 Desember 2017

Pekerjaan Utama Kita

Nasihat dalam kutipan ini terutama adalah untuk diriku sendiri, kemudian untuk keluargaku, sahabat-sahabatku, dan saudara-saudariku seagama semuanya._

Jumat, 15 Desember 2017

Agar Dikaruniai Anak Keturunan

Semoga teman-teman yang belum dikaruniai anak, dapat segera Allah berikan anak. Cobalah 5 cara berikut ini:

1. sering-seringlahlah ISTIGHFAR seperti seringnya kita mengecek WhatsApp.

2. BERDOALAH dengan penuh keyakinan seperti yakinnya kita akan datang makanan setelah memesan Go-food/Grab-food.

3. Perbanyak juga INFAQ/SEDEKAH agar dapat meredam amarah Allah dan mendatangkan cintaNya.

4. Dan jangan lupa DUA IKHTIAR; pertama yaitu dengan rutinkan berhubungan intim dengan enjoy tanpa stres seperti malam pertama pernikahan, kedua yaitu jaga pola makan sehat dan konsumsi Honey Excellent madu untuk menambah dan memperbaiki hormon kesuburan.

Mudah-mudahan dengan melakukan 5 cara tersebut, teman-teman segera mendapatkan anak yang sehat, yang sholih/sholihah dan juga bertakwa._

Rabu, 15 November 2017

Target Pengajian Kita


(Oleh: Deni bin Mu'min)

Saudara-saudariku.. target pengajian kita adalah TAQWA dan AKHLAQ MULIA.

Semakin banyak kita mengaji, sudah selayaknya ilmu yang kita terima itu harus menuntun diri kita untuk semakin takut kepada Allah عز وجل dan akhlaq kita juga harus semakin mirip dengan Rosulullah صلى الله عليه وسلم.

Jika hanya sekedar pengetahuan tentang agama, iblis lebih pintar dan lebih banyak tau daripada kita. Dia tau semua yang Allah syariatkan kepada manusia sejak zaman nabi Adam sampai syariat yang berlaku di zaman nabi Muhammad sekarang.

Iblis menjadikan kita sebagai musuhnya sejak dahulu, maka dia selalu mencari tau kelemahan-kelemahan kita dan selalu mencoba menjerumuskan kita ke dalam neraka melalui kelemahan kita itu. Satu-satunya kekuatan kita adalah keikhlasan, ketika kita sudah ikhlas maka sudah pasti iblis kalah dan menyerah.

Ilmu tentang agama bisa jadi iblis lebih banyak tau daripada kita, iblis tau semua perintah Allah dan semua larangan-Nya. Maka karena itu.. yang membedakan antara keilmuan kita dengan keilmuan iblis adalah masalah PENGAMALAN.

Mengamalkan perintah Allah agar bertaqwa, mengamalkan nasihat Rosulullah agar berakhlaq mulia.

Karena dua hal itulah (taqwa dan akhlaq mulia) yang paling banyak menyebabkan manusia masuk ke SURGA._

====
Dari Abu Hurairah, ia berkata,

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ « تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ »
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)

Allah SWT berfirman:

قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِىٓ إِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
"(Iblis) berkata, Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka (manusia) dibangkitkan."
(QS. Sad 38: Ayat 79)

فَقُلْنَا يٰٓئَادَمُ إِنَّ هٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقٰىٓ
"Kemudian Kami berfirman, Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 117)

قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًۢا  ۖ  بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ  ۖ  فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّى هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَاىَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقٰى
"Dia (Allah) berfirman, Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka."
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 123)

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
"(Iblis) menjawab, Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih (mukhlas) di antara mereka."
(QS. Sad 38: Ayat 82-83)

وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا  ۖ  أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ
"Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti?"
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 62)_

Sahabatku