Jumat, 01 Juli 2016

Pandangan Saya tentang Memanfaatkan Momen I'tikaf


Oleh : Deni bin Mu'min

Anda boleh mengkritisi, menyanggah ataupun menyetujui pandangan saya ini..

Di Singapura pernah ada sebuah pelatihan kepemimpinan yg diikuti oleh beberapa orang pemuda (yg berasal dari berbagai negara). Pelatihan itu berlangsung selama 10 hari full karantina. Mereka digembleng mental, emosional, nalar, logika, dan kecerdasannya dalam dunia kepemimpinan. Hasilnya, alumni pelatihan itu minimal kini menjadi seorang pemimpin sebuah perusahaan kelas menengah. Ada jg yg menjadi pemimpin sebuah lembaga pendidikan dan menjadikannya berkembang pesat di negara asalnya, dll.

Saya bertanya dlm hati, lalu sy membayangkan dan mengira-ngira, apa yg mereka lakukan selama 10 hari full karantina itu..? Apa yg diberikan sang mentor hingga berhasil membuat para alumninya sukses dalam bidang mreka masing2..?

Sy tdk mendapatkan satu jawabanpun atas pertanyaan hati saya itu. Tp sy menangkap sinyal,  ada peluang yg sangat besar bagi kita umat islam utk bisa seperti mereka. Yaitu dalam momentum I'tikaf. Dimana kita digembleng selama 10 hari full di akhir bulan mulia Romadhon. Kita diasah dan dipertajam keimanannya, ketaqwaannya, kesholihannya, EQ, SQ, dan IQ-nya.

Tapi.. apa yg didapatkan oleh para alumni i'tikaf serasa belum membekas ke dalam keseharian hidupnya. Sangat sedikit perubahan dalam diri kita, i'tikaf kita blm memberikan efek yg dahsyat ke arah perbaikan.

Siapa yg salah? Kitakah yg kurang bs mengikuti kegiatan i'tikaf secara totalitas? Atau panitia i'tikaf yg kurang maksimal dlm merancang kegiatan 10 hari romadhon itu? Jgn2 kita hanya mentargetkan banyaknya khataman bacaan Alqur'an saja di penghujung romadhon itu.

Saya jd terbesit ide.. bagaimana seandainya jika setiap masjid penyelenggara i'tikaf itu masing2 punya tema dan target pencapaian tertentu. Sehingga kita bisa memilih romadhon ini mau i'tikaf di mana dan ingin mencapai target apa?

Misalnya..

1. Masjid A
Tema i'tikaf: Menjadi remaja kreatif, produktif, dan penuh prestasi.
Dimentori oleh: Ustd Yanuardi Abu Himna.
Target peserta i'tikaf: kalangan muda-mudi atau remaja.

2. Masjid B
Tema i'tikaf: Mengelola 8 asnaf agar sejahtera dan tidak lagi menjadi mustahik.
Dimentori oleh: Ustd Nur Rasyid.
Target peserta i'tikaf: kaum muzakki dari golongan menengah keatas.

3. Masjid C
Tema i'tikaf: membentuk keluarga harmonis dan anti broken home. Dimentori oleh: om Deni bin Mu'min.
Target peserta i'tikaf: para pasutri muda yg awwam akan ilmu mengelola rumah tangga.

Dst..dst.. kita tinggal pilih mau ke masjid mana i'tikaf kita romadhon ini.

Dg agenda i'tikaf tertarget semacam itu, InsyaAllah saya meyakini i'tikaf ini akan menjadi momentum 10 days Full Intensive Training yg hasilnya akan membekas terus selamanya kpd para alumni2 i'tikaf tersebut, menjadi pribadi yg kuat karakter sholih-nya dan teguh ketaqwaan-nya, InsyaAllah._

Sahabatku