Rabu, 20 Januari 2016

Etika ketika ingin keluar grup WA


✒ oleh: Deni bin Mu'min

Pertama, kita pertimbangkan pnyebabnya kenapa ingin keluar dr grup?
Jk HP jd lelet krna kbanyakan grup, atau krna berisik krna terlalu ramai pemberitahuan, sy rasa itu bs diselesaikan dg cara lain di pengaturan, bukan dg cara mninggalkan/keluar grup.

Naah tp jika krna grup itu membuat kita jd lalai dari mngingat Allah, pembicaraan isinya keburukan, bercandanya kebangetan, mnyimpang dari maksud dan tujuan dibentuknya grup, dan pnyimpangan lainnya. Maka solusi pertama adlh kita ingatkan/nasihati dlu teman² grup dan admin grup, jk kburukan itu masih terulang, blh kita memilih utk meninggalkan grup.

Nah ktika ingin kluar dr grup jg ada etikanya, yaitu.. "Hendaknya cara kita keluar dari grup setidaknya sama sprti ktika awal kita dimasukkan ke dlm grup."

Contoh 1
Apabila sang admin memasukan kita scra tiba² ke dlm grup, tanpa konfirmasi dahulu, maka tdk apa² kita jg kluar tiba², tanpa pamit ke teman² dan admin.

Contoh 2
Jk kita masuk grup dg cara mendaftar atau izin melalui admin, maka mintalah agar admin mengeluarkan kita dari grup, bukan kita yg mngeluarkan diri sendiri.

Contoh 3
Jk kita masuk grup ekslusif yg berbayar, misalnya dg membayar Rp.100rb atau membeli produk seharga 200rb, kita akan dimasukkan menjadi member grup A dan dsna kita akan mendapat keuntungan ilmu ini, itu, coaching keterampilan ini, itu, dll. Maka klo bgtu cara kluarnya adlh minta garansi terlebih dahulu, jika yg dijanjikan sblm masuk jd anggota grup tdk sesuai dg kenyataan, mka kita blh meminta refund trlebih dahulu kpd admin, baru deh admin yg keluarkan kita dari grup.

Meskipun di dunia maya, akhlak kita tetap harus mulia.

Demikianlah, smg bermanfaat._

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabatku