Jumat, 02 Juni 2017

Terkabulnya Doa dalam Sebuah Nama


1. Yusuf, artinya Nabi Yusuf

Saya punya teman bernama Yusuf, dan saat dia dewasa dia benar-benar menjadi laki-laki yg tampan dan menarik hati. Dia juga lelaki yg sholih dan dapat menjaga kehormatannya sebagaimana nabi Yusuf menjaga kehormatannya.

2. Zakaria, artinya nabi Zakaria

Saya punya guru bernama Zakaria, dulu beliau masih muda tapi saat ini rambut beliau sudah beruban, dan belum juga dikaruniai keturunan. Beliau juga lelaki yg sholih, tinggal di dekat masjid, sebagaimana nabi Zakaria juga sholih dan dekat dg masjid. Saya berdoa semoga beliau juga segera mendapatkan anak keturunan seperti nabi Zakaria.

3. Musthofa, artinya orang yg terpilih

Saya punya kerabat (mushoharoh) bernama Musthofa, dan setelah dewasa beliau benar-benar terpilih menjadi seorang ketua RT di lingkungan kami.

4. Nur Rosyid, artinya cahaya yg memberi petunjuk

Saya punya guru bernama Nur Rosyid, saat ini beliau benar-benar menjadi cahaya ilmu yg -dg izin Allah- memberi petunjuk kepada banyak sekali murid-muridnya. Beliau telah mendirikan yayasan pendidikan (sekolah) di beberapa tempat. Dan namanya sangat harum bagi setiap orang yg mengenalnya.

5. Maria, artinya Maryam

Saya punya teman yg penggalan namanya adalah Maria. Dan saat ini dia benar-benar menjadi wanita sholihah, taat, dapat menjaga kehormatannya, menundukkan pandangannya dari lelaki non mahram, dan sampai saat ini pula beliau belum pernah disentuh oleh laki-laki (belum menikah). Semoga saja maksud ortunya memberikan nama Maria adalah untuk diartikan sebagai Mariah Al-Qibtiyah, istri Rosulullah SAW. Sehingga beliau nanti akan mendapatkan suami yg baik seperti Rosulullah SAW.

6. Ulin-Nuha, artinya orang yang cerdas, cendikiawan.

Saya juga punya adik kelas perempuan yg nama belakangnya Ulin-Nuha, sejak SMA dia memang sudah terlihat kecerdasannya. Prestasinya banyak. Sekarang sudah menempuh S2 di Belanda. Sungguh luar biasa kecerdasannya.

Lalu bagaimana jika ada orang yg namanya baik tapi kelakuannya/kepribadiannya tidak mencerminkan namanya..?? Itu artinya doa yg melekat pada namanya belum terkabul, atau bahkan tidak terkabul.

Contoh, nama Abdullah yg artinya hamba Allah. Ada 3 Abdullah di masa Rasulullah SAW; ada Abdullah bin Umar (Ibnu Umar) yg ahli hadits, ada Abdullah bin Abbas (Ibnu Abbas) yg juga ahli hadits, dan ada pula Abdullah bin Ubay bin Salul yg merupakan tokoh besar munafik. Meskipun nama mereka bertiga adalah Abdullah, tapi ada diantara mereka yg tercatat sebagai munafik sejati, padahal arti namanya adalah hamba Allah, tidak sepatutnya seorang hamba Allah itu menjadi munafik yg suka bohong, ingkar janji, dan suka berkhianat.

Jadi, diberikan nama yg baik saja belum tentu menjadi orang baik. Apalagi kalau kita punya nama yg tidak baik atau memberikan nama kpd anak dg nama yg memiliki arti tidak baik.

Coba lihat ustd-ustd kita; Adi Hidayat, yg artinya hidayah/petunjuk, benar-benar menjadi jalan hidayah buat orang banyak. Yusuf Mansur, yg artinya mendapat/memberi pertolongan, benar-benar mendapatkan pertolongan Allah sehingga dapat keluar dari masa-masa sulit dalam hidupnya, dan beliau juga senang memberikan pertolongan kepada banyak orang dg sedekahnya​. Arifin Ilham, yg artinya bijak, benar-benar memberikan keputusan yg bijak bagi keluarganya dan murid-muridnya, terutama kebijakan untuk anak pertamanya yg dinikahkan dalam usia muda belia.

====
Sekarang pertanyaannya, siapakah nama Anda? Apakah artinya baik atau tidak bagi anda? Jika memiliki arti yg kurang baik, Rosulullah SAW saaaangat saaaangat menyarankan agar anda mengganti nama Anda, baik itu diganti secara legal (akta) maupun diganti panggilannya dg panggilan yg bagus.

Sebuah hadis riwayat Bukhari sebagai bukti bahwa dalam nama terdapat unsur doa dan harapan orang tua. Suatu ketika seorang sahabat Hazn menghadap Rasullulah SAW, lalu beliau bertanya: “siapakah namamu?” jawabnya: namaku Hazn (kesusahan) Rasul langsung menggantinya seraya bersabda namamu adalah Sahal (kemudahan).

[Deni bin Mu'min]_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabatku