Kamis, 28 Maret 2013

Trauma Masa Lalu




Mario teguh pernah berkata kurang lebih begini “biarlah masa lalu anda yang kelam dan penuh noda itu pergi. Tapi jangan menegatifkan dan mengotori masa depan, karena masa depan anda masih suci.” Kalimat itu sesuai dengan ajaran Islam yang mengajarkan kita untuk bertaubat dari kesalahan masa lampau, memaafkan kesalahan orang yang telah menzholimi kita, memperbaiki diri untuk masa depan, dan mencapai kebahagiaan di akhirat/surga. Dalam artian lain, semua itu dapat dirangkum menjadi sikap ridho, taubat, sabar, memaafkan, ikhlas, dan taqwa.
Trauma biasanya disebabkan oleh tekanan psikis atau cedera jasmani. Ada orang yang trauma menikah karena pernah mengalami kekerasan dari suaminya yang dulu, ada juga yang trauma tidak ingin lagi belajar naik motor karena dulu saat belajar pernah menabrak seseorang hingga lumpuh/terluka parah. Memang cukup berat beban mental yang terasa pada orang yang mengalami trauma. Tapi percayalah, semua masalah itu ada solusinya. Biasanya orang-orang yang trauma itu dapat disembuhkan melalui terapi (EFT, rukyah, dll), datang ke ustadz atau ustadzah, atau psikiater, ahli jiwa dan praktisi spiritual lainnya.
Tingkat trauma juga beragam, ada yang ringan, sedang, sampai trauma yang berat. Bagi penderita trauma berat, mungkin solusinya adalah cara-cara yang di atas itu. Tatapi bagi penderita trauma sedang atau ringan, kita bisa melakukan taubat, memberikan maaf pada kesalahan di masa lampau, lalu memberikan kesempatan pada masa depan untuk berbuat lebih baik lagi. Karena masa depan kita itu masih suci, jangan dinegatifkan dan jangan dikotori.

(Deni bin Mu'min)_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabatku