Sabtu, 30 Maret 2013

Malas itu Merencanakan Kesengsaraan

          Allah yang maha pengasih lagi penyayang telah mempersiapkan bumi ini untuk dikelola sebaik-baiknya untuk kesejahteraan manusia, tentu saja dengan berpedoman kepada buku panduan hidup kita yaitu Alquran. Dan untuk kesejahteraan kita itu, Allah membekali kita akal untuk berfikir, hati untuk merasa, dan kesempurnaan anggota badan untuk bergerak.
Mari kita lihat akibat-akibat dari rajinnya manusia memanfaatkan modal pemberian Allah, bumi yang dulunya gelap ketika malam hari kini terang benderang. Perjalanan jauh yang dulu ditempuh selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan, kini hanya beberapa jam saja. Mengirim surat yang dulu menggunakan kertas lusuh dan membutuhkan jangka waktu yang lama ke tempat tujuan, kini secepat kilat surat itu dapat terkirim dari jarak yang berjauhan sekalipun. Itulah sebagian contoh nyata yang kita dapat alami saat ini karena akibat dari rajinnya manusia memberdayakan otak dan fisiknya untuk menciptakan penemuan-penemuan baru yang luar biasa. Orang-orang yang rajin itu merencanakan kebahagiaan dan mewujudkannya dengan izin Allah.
Dan sekarang mari kita lihat akibat-akibat dari malasnya manusia memberdayakan modal pemberian Allah ini. Sungai menjadi kotor dan tercemar karena mereka malas memikirkan pengelolaan sampah yang baik. Pengangguran semakin banyak karena mereka malas mempergunakan raganya untuk mengerjakan sesuatu yang menghasilkan uang. Penyakit datang karena mereka malas membersihkan diri dan lingkungannya, atau bisa juga malas berolahraga. Dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.
Jika kita mengkaji asmaul husna milik Allah. Akan kita dapati bahwa sifat-sifat Allah itu sungguh dahsyat, amat sangat rugi jika kita malas menuju dan meminta kepadaNya. Allah maha pemberi rizki, Allah sudah menyiapkan rizki untuk kita ambil dariNya dengan cara berikhtiar. Jika kita malas, maka jangan salahkan Allah jika kebutuhan kita tidak terpenuhi. Jika kita sakit, Allah yang maha menyembuhkan itu siap memberikan obatnya. Tapi jika kita malas berobat/minum obat, maka jangan salahkan siapapun jika sakit itu belum bisa sembuh. Ingat, kita telah diberikan modal oleh Allah untuk mengelola bumi ini demi kesejahteraan manusia. Tetapi jika kita malas memberdayakannya, maka siap-siaplah menjadi orang yang sengsara di kehidupan dunia ini dan di akhirat nanti. Bahkan malas bertaubat pun akan merugikan kita di dunia dan akhirat, padahal Allah sangat terbuka untuk mengampuni hamba-hambanya yang tidak malas untuk bertaubat. Karena Allah maha pengampun. Buanglah mental malas yang ada di dalam diri kita dan mari kita sama-sama rajin dalam menjemput rizki, ilmu, kesembuhan, kekayaan, dan lain-lain apapun yang kita mau, pasti Allah telah menyiapkannya untuk kita. Kita hanya berikhtiar saja, Allah yang pasti memberikan hasilnya.

(Deni bin Mu'min)_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabatku